SkyLovers

Sebuah tulisan, sebuah cerita…

Soekarno dalam Pemilu 2014

Leave a comment

Soekarno dalam Pemilu 2014

Tahun 2014 ini negara kita Indonesia, sedang menyambut hajatan besar yaitu pesta demokrasi. Pesta demokrasi dimana setiap rakyat akan ikut turun dalam menentukan pemimpin bagi negaranya untuk jangka waktu 5 tahun kedepan. Pemilu tahun ini bisa dibilang berbeda dari pemilu dua periode belakangan. Pada pemilu tahun ini antusiasme masyarakat terhadap pemilu meningkat drastis, terutama saat pilpres seperti sekarang ini. Menurut pendapat saya, peningkatan antusiasme masyarakat terhadap calon-calon pemimpin tersebut dapat terjadi karena pada pemilihan presiden tahun ini hanya terdapat dua pasang calon saja, sehingga sudah pasti akan terbentuk kubu A dan kubu B saja. Peningkatan antusiasme ini sebenarnya sangat baik, karena pada pemilu sebelum-sebelumnya jumlah golongan putih yang tidak memilih cenderung mengalami peningkatan. Di sisi lain, tersisanya dua pasang calon menyebabkan persaingan dalam merebut suara dari para pemilih menjadi sangat tajam. Jual beli serangan kampanye sering kali kita baca dan saksikan baik dari media cetak, televisi, internet bahkan media sosial. Internet dan media sosial kebetulan yang paling gencar digunakan oleh dua pasang kubu untuk melontarkan amunisi masing-masing baik untuk menyerang maupun bertahan. Tiap detik, jam, dan hari baik di laman timeline twitter dan wall fb dapat kita lihat para pendukung memposting info-info terbaru mengenai pasangan capres idola nya. Nah, dari sini ada satu postingan yang menarik bagi saya yang akan saya tulis dalam tulisan ini.

Postingan tersebut berkaitan dengan salah satu proklamator kemerdekaan bangsa ini yaitu Ir. Soekarno. Seperti kita ketahui bersama, akhir-akhir ini tidak hanya pasangan capres yang ikut meramaikan pilpres tapi juga para pendahulu, tokoh-tokoh nasional pun ikut meramaikan pilpres tahun ini, termasuk tokoh yang sudah meninggal !! Nama Soekarno, Soeharto bahkan Gus Dur pun “terlibat” dalam hegemoni pilpres tahun ini. Yang akan saya bahas adalah mengenai salah satu perkataan/quote berupa untaian kalimat yang ditengarai pernah diucapkan oleh pendiri negara ini yaitu Soekarno. Ucapan tersebut terdiri dari 3 kalimat yang bunyinya seperti ini,  Ingat-ingatlah pesan ku lagi : “ Jika engkau mencari pemimpin, carilah yang dibenci, ditakuti atau dicaci maki asing, karena itu yang benar. Pemimpin tersebut akan membelamu diatas kepentingan asing itu. Dan janganlah kamu memilih pemimpin yang dipuji-puji asing, karena ia akan memperdayaimu.”.  Bagi kita yang membaca tulisan itu pastilah terpana, terpesona karena isi dari tulisan tersebut jelas membela rakyat sendiri diatas kepentingan asing. Ucapan tersebut bagai oase bagi kita yang merindukan sosok yang ditakuti dan disegani oleh negara lain. Namun yang perlu ditanyakan adalah, apa benar tulisan atau ucapan itu berasal dari proklamator kita????

Soekarno quote

Soekarno quote

Dengan menggunakan logika paling dasar, saya coba menelaahnya satu persatu. Pertama untuk membuktikan keaslian tulisan tersebut yang patut diketahui adalah apakah ada keterangan tulisan atau ucapan tersebut disadur dari pidato atau buku lengkap dengan tanggalnya, karena seperti kita ketahui Soekarno adalah seorang yang suka berpidato dengan retorika-retorika yang mampu menggugah semangat rakyat banyak. Sehingga tidaklah heran apabila banyak sekali ucapan dan tulisan yang dibuat olehnya. Setelah saya coba untuk search melalui mbah gugel dsb, saya belum menemukan pada peristiwa apakah kata-kata tersebut diucapkan atau ditulis oleh Soekarno. Semua orang yang mempost kalimat tersebut tidak menyertakan keterangan yang saya maksudkan itu atau bahkan referensi pun tidak. Kebanyakan dari mereka hanya melakukan kopi-pasta dari refferal mereka atau informasi yang diterima dari media lain. Padahal itu sangat penting untuk mengetahui apakah perkataan tersebut benar-benar sahih pernah diucapkan oleh Soekarno.

Lalu yang kedua mari kita simak isi tulisan itu sendiri, disitu banyak muncul kata-kata “asing”.  Nah “asing” yang dimaksud oleh Soekarno itu siapa dan hal tersebut bisa menimbulkan ambiguitas. Merujuk pada sosok Soekarno yang terbuka kepada semua pihak, kata-kata asing pada kalimat tersebut malah menjadi rancu. Menurut pengetahuan saya, Soekarno bukanlah orang yang suka menyindir dalam perkataannya, ia akan katakan setuju dan tidak setuju kepada setiap pihak tanpa perlu menutup-nutupi. Ambillah contoh dua quote soekarno yang terkenal yaitu “Inggris kita linggis, Amerika kita setrika” dan “ Amerika, Go to Hell with your Aid!”, berdasarkan dua hal tersebut, maka dapat diketahui bahwa Soekarno terang-terangan menyebut pihak yang tidak disukai nya. Jadi jelas, perkataan yang ia sampaikan menuju kepada Inggris dan Amerika. Bahkan pada waktu konfrontasi dengan Malaysia pun, Soekarno tidak segan-segan berteriak lantang melawan pembentukan Federasi Malaysia.

Tentunya kita sudah paham dan tahu bahwa Soekarno di masa jayanya merupakan pemimpin yang dikagumi baik oleh rakyatnya maupun bangsa lain. Bahkan Soekarno berhasil menyatukan para pemimpin-pemimpin dunia ketiga untuk membuat suatu poros baru yaitu gerakan non blok. Nasser, Nehru, Nkrumah, Tito, Kruschev dan bahkan Kennedy sekalipun ikut memuji kepemimpinan Soekarno. Pertanyaannya kemudian, apakah orang-orang tersebut bukan orang asing??? Maka kemudian menjadi keanehan jika soekarno mengatakan “jangan memilih pemimpin yang dipuji-puji oleh asing”  karena ia sendiri-pun juga dipuji oleh asing, bahkan dengan Kennedy hubungan Indonesia-AS menjadi harmonis. Kennedy bahkan mengirimkan sejumlah pesawat dan persenjataan bagi Indonesia, tercatat jika saat ini kita baru memiliki pesawat kepresidenan, maka di zaman 60-an kita sudah memilikinya yaitu berupa pesawat lockheed jetstar hadiah persahabatan dari presiden Kennedy, selain itu Kennedy juga mengirimkan belasan pesawat angkut C130 Hercules yang membuat Indonesia menjadi pengguna pertama pesawat legendaris tersebut diluar Amerika. Hubungan dengan uni soviet pun juga tak kalah mesranya, hal ini ditandai dengan berkunjungnya pemimpin besar soviet ke Indonesia yaitu Nikita Khrushchev dan diperbolehkannya Indonesia memborong sejumlah persenjataan top class milik Soviet.

Dan kalaupun memang kalimat itu pernah diucapkan oleh Soekarno, maka saya pikir dia tidak akan gunakan kata “asing” untuk menunjuk pihak-pihak yang turut campur tangan rumah tangga Indonesia, karena ia sendiri sudah punya jargon yang pernah kita dengar seperti NEKOLIM, ANTEK NEKOLIM, dan OLDEFOS. Saya pikir Soekarno akan menggunakan kata-kata tersebut dalam kalimatnya kalaupun ia tidak mau menunjuk hidung negara-negara tersebut.

Kalimat jangan memilih pemimpin yang dipuji asing pun juga bisa menimbulkan pertanyaan mengenai kapan waktu kalimat atau ucapan tersebut keluar dari mulut Soekarno. Soal kata “memilih” tentunya berarti ia sedang menyeru kepada masyarakat untuk memilih pemimpin yang bukan dipuji oleh asing. Nah disinilah letak pertanyaan kapan pernyataan itu dibuat. Apakah kalimat tersebut diucapkan pada waktu ia masih muda yaitu saat dimana ia sering berorasi di depan rapat partai untuk melawan kolonialis Belanda, ataukah kalimat itu muncul saat Indonesia sudah merdeka. Perlu diketahui pula bahwa di tahun 1963-an keatas adalah saat-saat dimana  Soekarno mulai dibenci oleh Amerika dan sekutunya, ditahun 1963 pulalah ia mulai diangkat menjadi presiden seumur hidup. Sehingga rasa-rasanya di tahun itu tidaklah mungkin Soekarno mengajak rakyat untuk memilih pemimpin yang dipuji asing, karena toh ia sendiri sudah diberi mandat oleh MPRS untuk menjabat sebagai presiden seumur hidup. Kalau ditilik lebih jauh lagi, dari tahun 1945-1965 sesungguhnya Indonesia belum pernah mengalami pemilihan untuk mencari presiden baru. Soekarno dan Hatta dipilih secara aklamasi langsung untuk menjadi Presiden dan Wakil Presiden. Satu-satu nya ucapan Soekarno untuk memilihnya yang pernah saya dengar adalah sewaktu terjadi peristiwa Madiun Affair/ Pemberontakan PKI-Madiun, dimana ia menyerukan, agar rakyat Indonesia memilih antara ia dan Hatta atau Musso – Amir, selebihnya saya belum pernah mendengar pernyataan lain yang menyeru untuk memilihnya.

Kembali ke masalah quote tadi, sampai saat ini masih belum dapat disimpulkan apakah itu asli atau palsu namun kalau sifatnya lemah mungkin bisa jadi. Karena terdapat kata-kata yang justru membuat menurunkan substansi dari kalimat itu sendiri. Serta kurangnya keterangan berupa tanggal dan waktu pengucapan kalimat tersebut maka membuat quote itu semakin lemah. Baik ucapan maupun kalimat yang dilontarkan oleh Soekarno sudah banyak dimuat di berbagai media. Di internet misalnya, tinggal kita search Soekarno quote, maka akan muncul puluhan atau ratusan quote yang pernah dibuat oleh Soekarno. Bahkan di website pecinta Soekarno, beberapa ada yang membuat list quote nya Soekarno lengkap dengan tahun berapa ucapan itu keluar. Namun di list-list tersebut, saya belum pernah menemukan quote tentang pemimpin asing ini.  Anehnya beberapa orang berpendidikan justru tidak aware terhadap hal kecil dan mendasar seperti ini. Bisa jadi mereka sudah “dibutakan” oleh nama seorang Soekarno. Bagi yang dapat menemukan sumber asli perkataan Soekarno tersebut tentunya akan menambah pengetahuan bagi saya dan kita semua. Kalaupun itu palsu, maka saya yakin pembuatnya sudah menjual nama Soekarno demi kepentingan kelompoknya sendiri….

Intermezzo :

Banyak orang menyangka Soekarno adalah seorang yang anti amerika. Namun dalam pandangan saya malahan sebaliknya Soekarno pada dasarnya merupakan orang yang tidak membenci Amerika dan sekutunya. Malahan ia merasa cinta terhadap negara itu. Kalau saya tak salah membaca, Soekarno dalam membangun Indonesia, banyak terinspirasi dari kemegahan Amerika Serikat. Pada akhirnya Soekarno memang menjauh dari Amerika dan lebih mendekat kepada blok timur, hal ini seperti diutarakan pada buku otobiografinya dimana ia mengatakan bahwa ia tidak suka dengan amerika karena amerika tidak tahu bagaimana pandangan politik Indonesia dan lebih suka mengatur-ngatur negara lain. Dengan Soviet dan sekutunya, ia merasa pandangan-pandanganya lebih dapat diterima. Oleh sebab itulah mengapa ia kemudian menjadi lebih condong ke blok timur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s