SkyLovers

Sebuah tulisan, sebuah cerita…

Melihat Indonesia dari kacamata seorang Jerman

Leave a comment

Melihat Indonesia dari kacamata seorang Jerman

 

Kali ini saya akan sedikit menceritakan dari apa yang telah saya baca dari sebuah buku karangan Henry Horst Geerken, seorang warga negara Jerman. Buku nya berjudul A MAGIC GECKO : Peran CIA dibalik jatuhnya Soekarno. Kalau melihat dari judulnya, maka kita akan berpikiran bahwa buku ini pasti mengulas tentang hal yang terjadi pada tahun 1965 dimana pada saat itu terjadi peristiwa kup yang dinamai G30S. Namun, setelah membaca nya, anggapan kita tadi itu akan salah BESAR. Karena didalamnya ternyata hanya ada satu bab saja yang membahas mengenai peristiwa G30S tersebut, sedangkan sisanya lebih membahas mengenai kisah “petualangan” dari Henry Geerken itu sendiri.

Cover buku A Magic Gecko

Cover buku A Magic Gecko

Geerken adalah seorang karyawan dari perusahaan Jerman yang sedang ditugaskan di Indonesia untuk mengerjakan proyek dari perusahaan tersebut. Ia menetap di Indonesia selama kurang lebih 18 tahun dari tahun 1963 hingga 1981. Karena pekerjaannya yang banyak berhubungan dengan pemerintahan di Indonesia pada saat itu, sehingga ia pun sempat berjumpa dengan orang-orang penting di negeri ini. Yang paling menarik dari buku ini sendiri adalah dimana ia melukiskan keadaan yang ada di Indonesia pada saat itu dengan bahasanya yang kadang lugu, kocak, dan dalam. Seperti ketika ia tiba di Indonesia yang begitu banyak melihat patung dan monumen yang bertebaran di Jakarta. Dan menurut dia pula patung dan monumen tersebut memiliki julukannya masing-masing. Seperti patung selamat datang yang ada di bundaran HI, ia bercerita bahwa banyak orang mengatakan patung itu adalah HANSEL dan GRETEL nya Indonesia. Sedangkan Tugu Monas yang katanya merupakan penjelmaan dari alat kesuburan dijuluki Ereksi Terakhir Soekarno karena memang ini adalah proyek monumen terakhir dari pemerintahan Soekarno. Soekarno sendiri digambarkan oleh Geerken sebagai seorang pemimpin yang sangat dicintai oleh rakyat nya dan memiliki kharisma yang mampu menyatukan semua lapisan dan golongan rakyat Indonesia. Jangan salah, kalau saking banyaknya proyek yang ditangani oleh Geerken maka ia pun menjadi kenal dengan Bung Karno. Geerken juga diberi tugas untuk menangani proyek bandara internasional Ngurah Rai. Tahu kah anda bahwa bandara Ngurah Rai dibangun dengan mengikuti desain seperti bandara Kai Tak (sekarang sudah tidak digunakan dan diganti dengan Chek Lap Kok) yang berada di Hongkong. Ya, Bung Karno ingin bandara di pulau Bali ini dibuat dengan desain yang sedikit unik yaitu landasan nya menjorok ke arah laut. Beliau ternyata terinspirasi oleh bandara Kai Tak tadi, sehingga ketika akan terbang atau mendarat pilot akan langsung terbang menghadap ke lautan lepas.

Bandara Kai Tak

Bandara Kai Tak

 

Dalam buku ini ia mengatakan bahwa orang Indonesia sangat sakit hati kepada Belanda yang telah menjajah negeri ini selama 350 tahun. Hal ini bisa dilihat bahwa semua yang berbau Belanda berusaha untuk dihilangkan. Yup, Indonesia mungkin salah satu negara di dunia ini yang menghilangkan bahasa penjajahnya dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan bahasa Belanda dilarang oleh pemerintah, selain itu bangunan-bangunan yang mencerminkan penindasan oleh penjajah terhadap masyarakat pribumi pun dihilangkan. Belanda bahkan sangat ingin menancapkan kuku-nya hingga selama mungkin di negeri yang kaya akan segalanya ini. Bahkan setelah proklamasi di tahun 1945 pun Belanda masih ingin kembali menjajah negeri ini dengan membonceng tentara sekutu yang akan melucuti senjata Jepang. Sampai saat ini pun Belanda masih “malu-malu” untuk mengakui kedaulatan Indonesia di tahun 1945. Perebutan Irian Barat pun bisa dilihat bahwa Belanda masih ingin mempertahankan “pengaruh” nya di Indonesia. Geerken sendiri menggambarkan bahwa Indonesia merupakan negeri yang sangat kaya raya, disini kita bisa mendapatkan apa saja yang kita inginkan dan penduduk di Indonesia pun ramah – ramah. Menurut Geerken pulau Bali memang sudah terkenal sejak zaman dahulu sebagai pulau yang eksotis. Religi, mistis, dan eksotis menjadi hal yang sangat menarik di pulau dewata ini. Saya sendiri baru tahu kalau ternyata perempuan Bali di zaman dahulu itu mengumbar dada-nya waktu beraktivitas sehari-hari baik di dalam rumah maupun diluar rumah. Keluguan dan keaslian dari penduduk Bali menjadi daya tarik yang memikat bagi para wisatawan. Selain itu pengaruh agama Hindu yang kuat di pulau ini juga menambah daya magis bagi para pelancong yang ingin melihat pulau ini. Geerken menggambarkan bahwa masyarakat Bali merupakan masyarakat yang memegang teguh adat dan istiadat nya, sehingga tak heran kalau kemudian pulau inilah yang menjadi pulau terakhir yang ditaklukan oleh Belanda.

Secara garis besar saya melihat isi buku ini lebih mengarah kepada pengalaman pribadi penulis selama 18 tahun berkelana di Indonesia. Buku ini sangat recommended bagi anda yang ingin mengetahui seluk beluk negeri ini dari kacamata bangsa lain dengan bahan bacaan yang tidak terlalu berat tentunya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s