SkyLovers

Sebuah tulisan, sebuah cerita…

KKN – The Essentials : Sang Penunggu

1 Comment

“Sang Penunggu”

Masih di essentials, sekarang gw akan bercerita tentang kisah yang lumayan “serem” selama KKN berlangsung. Bagi yang takut disarankan jangan baca soalnya gw gak menanggung akibatnya, sedangkan yang takut tapi penasaran, mending baca aja deh coz ntr malah jadi arwah penasaran lagi😀. Oke, jadi bagi yang udah pernah KKN mungkin udah pernah mendengar atau bahkan ikut merasakan tentang cerita – cerita yang serem tentang desa / dukuh tempat mereka tinggal selama KKN berlangsung baik di pondokan nya ada “penunggu” nya lah atau sempat melihat penampakan di jalan dan masih banyak lagi. Ya, jadi di tempat kami yaitu dukuh Karanggeneneng juga mengalami hal yang sama. Walaupun gw bersama teman – teman tidak sampai diganggu hingga akhir waktu pelaksanaan KKN, tapi tetep aja pengalaman mistis ini berkesan dihati kami selaku awak Karanggeneng.

Awalnya kami tidak merasakan kehadiran “mereka” selama KKN berlangsung, dan roda kehidupan kami berlangsung seperti biasa ( bermain, tertawa – tawa, tidur, rapat dan sebagainya ). Hingga akhirnya ada kisah dari pengantar catering makan kami ( gile, kelompok KKN kami termasuk yang elit diantara yang lain, makan aja ampe pesen lewat catering + ada yang anter pula ). Jadi cerita nya selama KKN ini, karena kebetulan kagak ada yang bisa masak maka kami putuskan untuk memesan makanan lewat catering saja, dengan maksud selain masakannya “terjamin” plus kita tidak perlu membuang – buang waktu lagi untuk memasak makanan. Nah, karena lokasi KKN kita lumayan jauh maka kita berpikiran bahwa jika kita yang mengambil makanan ke sana ( catering ) akan membuang – buang waktu lagi, sehingga kita memutuskan sekalian aja mereka ( catering ) yang anter tu makanan ke kami alias delivery. Mereka pun menyanggupinya asalkan pesenannya lebih dari 10 box, dan kebetulan karena ada sub – unit lain yang ikut memasan catering maka total pesenan jadi 20-an box ( seingat gw ). Jadilah tiap hari makanan akan diantar ke lokasi KKN kami tiap jam 12 siang dan jam 17.00 sore menjelang maghrib. Singkat cerita, pengiriman makanan ke lokasi berlangsung dengan lancar. Hingga pada suatu sore, nth gw lupa hari apa tapi yang pasti tu pengantar catering lumayan telat tiba waktu nyampai ke lokasi KKN kami, ia baru tiba ketika sudah mulai gelap, mungkin sekitar pukul 18.15 ( memasuki waktu maghrib ).

Nah, ketika tiba itu dia berkata kepada kami,  ( gw sendiri waktu itu tidak ada ditempat kejadian, dan gw hanya mendengar dari anak – anak saja )

Pengantar        : Mas, ada liat dua orang di jalan depan situ tidak ?? ( muka nya rada lemes )

Anak2             : Wah, ngga tu pak, emang ada apa ya ?

Pengantar        : Tadi saya dicegat didepan mas,

Sontak saja pengakuan pengantar catering ini membuat anak – anak yang ada disitu menjadi kaget,

Anak2             : Siapa yang nyegat pak ?

Pengantar        : Ya, tadi saya dicegat oleh seseorang ”warga” sini

Nah gw yang baru datang, berpikiran bahwa itu adalah petani yang mau pulang kerumah  nya setelah berladang seharian ( karena memang sering petani pergi pagi dan pulang sore ), tapi perkataan berikutnya dari pengantar lah yang buat gw ngeh…

Pengantar        : ”Nah, mas ini waktu saya ngomong gini mereka muncul” ( sambil nunjuk ke kamar mandi cewek ) dan perlu diketahui bahwa disitu kagak ada siapa – siapa…..

Jiaahhhh……gimana badan gak langsung merinding disko, klo tiba – tiba dia ngomong bahwa tu ”orang” muncul di belakang kami. Jadi inti pembicaraannya adalah tempat pondokan KKN kami itu ada penunggu nya, dan ia bilang bahwa penunggu tempat pondokan kami itu tidak suka jika anak  – anak KKN membuat gaduh di pondokan tersebut. Ya ibaratnya kegaduhan kami itu telah membuat penunggu nya kurang merasa nyaman, sehingga kami pun harus ”mengecil” kan volume suara kami ( terutama gw ). Dan hal ini pun sesuai dengan apa yang dikatakan bokap nya knalpot, klo gak salah si knalpot bilang bahwa penunggu pondokan itu senang jika kami lebih melakukan hal – hal yang positif di situ. Seperti membaca quran, solat berjamaah, membersihkan lingkungan dan hal – hal positif yang lainnya. Gak berapa lama setelah peristiwa ini terjadi, si pengantar gak mau lagi mengantarkan makanan ke pondokan kami di waktu malam, sehingga kami pun terpaksa mengambil makanan kami ke cateringnya langsung.

Suasana kamar waktu rapat sub-unit

Suasana kamar waktu rapat sub-unit

Sejak saat itu kami lebih menjaga perkataan, perbuatan, dan tingkah laku kami ( terutama gw ). Ada kisah lain lagi saat pak kormasit mau solat isya, jadi karena waktu itu anak – anak udah pada solat maka pak kormasit solat sendirian. Karena tempat solat / musholla nya berada di atas ( pondokan kami tinggal terdiri dari dua lantai, lantai 1 adalah kamar kami, sedangkan yang atas adalah musholla ), maka ia pun solat disana. Kelar solat dia bercerita, waktu dia solat disana kok rasanya agak ”tenang”. Knalpot kemudian bercerita bahwa memang di lantai atas itu ada ”isi” nya, sejak itu kagak ada yang berani solat sendirian di atas ( gw sendiri memilih kagak solat, klo udah ketinggalan😀 ). Ada juga kisah dari teman kami yaitu Kharis yang sedang membaca quran di waktu subuh, dimana waktu dia membaca quran kebetulan ada teman kami yang melihat saat itu disamping si kharis seperti ada seseorang yang mendampingi, namun karena ia melihatnya dalam kondisi setengah tidur jadi ia cuek aja. Lain lagi dengan yang dilakukan oleh teman kami dewo, jika kami solat di musholla ia selalu melakukan ritual dahulu sebelum solat berlangsung ( terutama solat maghrib ). Jadi sebelum solat, ia masuk ke salah satu ruangan dulu selama kurang lebih 5 menit dalam kondisi ruangan yang gelap gulita.  Setelah ia keluar dari ruangan, barulah kami melangsungkan ibadah. Entah apa yang diperbuat oleh nya, sampai sekarang gw masih belum mengerti.

Ada kisah lain lagi mengenai instalasi lampu di dukuh Karanggeneng, jadi waktu itu kami mengagendakan akan melakukan instalasi lampu di tiga titik di dukuh karanggeneng.

Hutan bambu tempat titik lampu ke-3

Hutan bambu tempat titik lampu ke-3

Salah satu titik berada di hutan bambu, kami melakukan pemasangan lampu disini, karena kami nilai bahwa di titik tersebut sangatlah gelap disebabkan tidak memiliki penerangan. Sehingga kami akan memasang instalasi lampu disitu. Saat pemasangan tidak ada masalah, dan lampu bekerja sebagaimana mesti nya. Nah, kisah sebenernya baru dimulai setelahnya, jadi beberapa hari kemudian ada warga yang melaporkan bahwa lampu tersebut tidak menyala lagi alias padam. Nah, lho baru dipasang beberapa hari kok sudah padam ???, warga tersebut berkata bahwa memang di titik tersebut jika dipasang lampu pasti tidak berapa lama kemudian akan padam. Kami pun segera melakukan pengecekan ke TKP ( yang pergi ke lokasi, gw ama pulung ), sesampai nya disana kami melihat bahwa tempat tersebut benar – benar GELAP GULITA. Beberapa perntanyaan sempat terlintas di benak kami, pertama mungkin saja bohlam nya putus tapi kenapa klo putus kok tidak seperti di dua titik lainnya ( di dua titik lain, lampu nya berfungsi dengan baik sebagai penerangan ), dan yang kedua mungkin saja instalasi kabel nya yang kurang baik sehingga terjadi hubung singkat di titik tersebut. Karena sampai sekarang kami tidak pernah melihatnya lagi, maka kami pun tidak mengambil kesimpulan atas apa yang terjadi di titik tersebut.

Itulah sekelumit kisah mengenai hal – hal yang berbau  mistis di tempat kami tinggal selama KKN, untung nya kami tidak sampai mengalami hal – hal yang tidak kami inginkan selama KKN berlangsung dan KKN berjalan lancar sebagaimana mestinya. Dan yang utama tentu nya pengalaman ini tidak akan terlupakan hingga akhir hayat kami.

One thought on “KKN – The Essentials : Sang Penunggu

  1. cara penulisannya gak enak dibaca…gak bikin penasaran…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s