SkyLovers

Sebuah tulisan, sebuah cerita…

Von Braun – Jenius yang berada di dua negara

2 Comments

Von Braun – Seorang jenius yang berada di dua negara

 

Mendengar kata Von Braun, pastinya asing bagi orang awam. Namun jika mendengar kata roket V – 2 atau Apollo Project pastilah orang awam akan tahu. Ya, Von braun adalah pencipta roket V – 2  yang termahsyur itu serta merancang dan mendesain roket saturn V yang membawa astronot dalam pendaratan di Bulan. Wernher Von braun dilahirkan pada tanggal 23 maret 1912 di Jerman. Seperti ilmuwan roket lainnya, Von Braun juga banyak diinspirasi oleh Jules Verne. Pada tahun 1942, Von Braun masuk dalam  proyek roket ”balas dendam”  Hitler.

Wernher Von Braun

Wernher Von Braun

Von braun kemudian merancang sebuah roket V – 2 yang ditembakkan ke arah London. Roket buatan von braun ini merupakan salah satu roket pertama kali yang digunakan sebagai senjata perang di dunia ( CMIIW ). Dengan menggunakan roket ini maka jerman tampak selangkah lebih maju jika dibandingkan dengan sekutu. Dimana roket buatan ilmuwan sekutu hanya dapat membawa sekantong gula, sedangkan roket von braun dapat mencapai jarak yang sangat jauh serta dapat dimuati beban yang berat. Perlu diketahui bahwa roket V – 2 ini merupakan basis awal dari roket yang ada pada zaman ini. Roket ini sebenarnya merupakan tahap awal dari roket yang akan membawa manusia dalam perjalanan ke luar angkasa. Roket V – 2 ini kemudian digunakan oleh Hitler sebagai senjata untuk menghancurkan kota London dan sekitarnya. Ketika akhirnya Jerman kalah dalam perang dunia, maka Von braun dan para staf roketnya memilih kabur dari jerman daripada ditangkap dan dipaksa bunuh diri oleh para SS Nazi. Von Braun kemudian memilih menyerahkan dirinya ketangan Amerika Serikat daripada menyerah kepada Uni soviet, hal ini didasarkan oleh pertimbangan bahwa dengan menyerah ke Amerika maka ia akan dapat berbagai macam proyek untuk memenuhi obsesinya yaitu melakukan perjalanan ke luar angkasa. Tindakannya dengan menyerahkan diri ke AS ini tentunya dapat diterima dengan senang hati oleh pihak AS, karena disisi lain AS sendiri telah lama berusaha meng-  capture Von Braun dari markasnya di Peneemunde, Jerman melalui operasi Paperclip.

V 2

V 2

Pada awal kepindahannya ke AS, Von braun dan desainer roket lainnya tidak diperhatikan oleh pihak AS. Von braun dan divisi roketnya dimasukkan dalam divisi roket AD AS dengan diberi dana yang minim sekali bahkan dana yang diberikan kepada mereka lebih kecil dari dana untuk pengembangan peluru kendali sekalipun. Namun, Von Braun tidak pernah putus asa, ia mencoba mencuri simpatik dari rakyat amerika. Tidakan yang dilakukan oleh Von Braun salah satunya adalah dengan mempromosikan roketnya pada tayangan yang disponsori oleh Disney. Hal yang dilakukan oleh Von Braun ini ternyata berhasil mencuri perhatian rakyat amerika. Pada akhirnya Von Braun diberikan project untuk membuat roket AD, Roket pertama buatan divisi roket Von Braun di Amerika adalah Redstone dan Jupiter C, roket – roket ini merupakan basis untuk pembuatan roket – roket yang akan digunakan untuk meluncurkan manusia ke luar angkasa. Roket Redstone sendiri adalah roket balistic pertama yang dimiliki oleh AS, dengan basis roket V2 milik Nazi. Sedangkan Jupiter C merupakan roket modifikasi dari Redstone. Redstone sendiri nantinya akan membawa astronot Alan Shepard dalam penerbangan sub-orbital pada project Mercury.

Redstone, Jupiter C, Mercury-Redstone

Redstone, Jupiter C, Mercury-Redstone

Namun dengan keberhasilan meluncurkan roketnya tersebut, tetap saja keinginan Von Braun untuk lebih memanfaatkan kelebihan dari Jupiter C dengan meluncurkan sebuah satelit ke luar angkasa tidak diberikan izin oleh pemerintah AS. Pemerintah AS ingin bahwa yang meluncurkan sebuah satelit ke luar angkasa adalah benar – benar orang “Amerika”. Pada tahun 1957 pihak Uni Soviet berhasil meluncurkan sebuah satelit yang berhasil mengorbit diatas bumi untuk pertama kalinya. Sputnik adalah objek pertama buatan manusia yang berhasil mengorbit bumi. Tentunya pencapaian yang diraih oleh uni soviet ini sangat mencengangkan pihak Amerika, para warga amerika menjadi tidak tenang karena terdapat sebuah objek buatan manusia yang melintasi diatas wilayah udara mereka tiap harinya. Hal ini menjadi pukulan telak bagi Amerika, dan Von Braun pun menjadi pihak yang dikambing hitamkan atas ketakmajuan peroketan Amerika. Pada akhirnya Von braun diizinkan untuk meluncurkan satelit ke luar angkasa walaupun hanya diberi prioritas kedua setelah roket buatan AL AS yaitu Vanguard. Ternyata roket Vanguard buatan AL AS gagal total dalam uji penerbangannya, roket itu hanya meluncur beberapa kaki saja sebelum akhirnya jatuh dan meledak. Kegagalan ini membuat tim roket Von braun memiliki kesempatan untuk meluncurkan satelitnya yaitu Explorer 1. Dengan menggunakan roket Jupiter C nya, Von braun berhasil mengirimkan satelit buatan barat yang pertama ke luar angkasa. Explorer 1 berhasil mengorbit bumi pada tanggal 31 desember 1958. Keberhasilan Amerika serikat mengirimkan satelitnya ini menjadi awal dari perlombaan luar angkasa pada masa perang dingin antara kedua negara adidaya tersebut

Meledaknya Vanguard-1 menjadi jalan bagi Von Braun dan Team nya untuk meluncurkan roket nya sendiri

Meledaknya Vanguard-1 menjadi jalan bagi Von Braun dan Team nya untuk meluncurkan roket nya sendiri

Perlombaan ke luar angkasa memasuki babak baru ketika kedua pihak yaitu AS dan USSR berlomba untuk menempatkan astronot dan kosmonotnya di luar angkasa. Demi memenuhi kebutuhan ini maka Von Braun kemudian memutuskan untuk memodifikasi roket tua AD AS yaitu Redstone roket, hal ini dikarenakan pada saat itu roket Atlas belum sepenuhnya sempurna. Dengan memodifikasi beberapa bagian dari roket ini maka dapat mempercepat waktu yang dibutuhkan untuk memenangkan lomba ke luar angkasa. Pihak AS sendiri segera membentuk Badan Antariksanya yaitu NASA ( National Aeronautics and Space Administration ). Dan memulai program Mercury, dimana pada program ini terdiri dari 7 orang astronot yang akan pergi ke luar angkasa. Namun lagi – lagi pihak AS kalah cepat dalam perlombaan ini, dimana dari pihak USSR berhasil menempatkan kosmonotnya di luar angkasa terlebih dahulu. Yuri Gagarin menjadi manusia bumi pertama yang berhasil mengorbit bumi pada 12 April 1961. Pihak AS kemudian membalasnya dengan meluncurkan Alan Shepard ke luar angkasa pada 5 Mei 1961. Dengan keberhasilan meluncurkan Alan Shepard ke luar angkasa ini maka pihak AS semakin merapatkan jarak dengan USSR. Dan mulai menatap program selanjutnya yaitu mendaratkan manusia di Bulan.

Pada tahun 1961, President Kennedy dalam pidato nya berkata “……before this decade is out, of landing a man on the Moon and returning him safely to the earth”. Pidato ini sekaligus mengukuhkan bahwa target AS selanjutnya adalah mendaratkan manusia di Bulan. Untuk itu berbagai misi berawak telah disiapkan untuk latihan dalam pendaratan di Bulan. Salah satu projectnya adalah Gemini project yang merupakan misi berawak untuk latihan docking dan berjalan diluar angkasa ( space walk ). Misi ini merupakan latihan yang sesungguhnya dalam persiapan pendaratan di Bulan. Untuk pendaratan di Bulan sendiri, Von Braun merancang roket 3 tingkat yang bernama Saturn V, roket ini merupakan roket terbesar yang pernah dibuat oleh manusia. Roket ini beratnya setara kapal perang kecil dan banyak orang yang percaya bahwa roket ini tidak akan berhasil terbang dari tempat peluncurannya. Untuk itu Von Braun membutuhkan mesin yang mampu mengangkat “ Kapal perang “ nya dari tempat peluncurannya. F1 adalah mesin yang mampu menjawab tantangan tersebut. F1 dirancang untuk mampu mengangkat roket raksasa Saturn V. Namun F1 sendiri memiliki masalah, karena menggunakan bahan bakar berupa oksigen cair yang sebagaimana kita ketahui bahwa oksigen adalah suatu zat yang tidak stabil dan mudah terbakar maka mengakibatkan mesin F1 sering kali gagal dalam uji cobanya. Hanya butuh satu katup saja untuk dapat meledakkan mesin F1, percobaan berulang – ulang dan kegagalan terus menerus mengakibatkan pendapat public mengenai Von Braun menjadi berubah. Mereka menganggap bahwa hal yang dilakukan Von Braun  sia – sia dan memboroskan keuangan AS, hal ini diperparah juga dengan keadaan luar negeri AS dimana mereka memulai babak baru dalam peperangan di Vietnam. Hal ini dapat berakibat pada dihilangkannya dana – dana penting bagi Von Braun. Hingga suatu saat, asisten Von braun menemukan penyebab kegagalan pada mesin tersebut yaitu pada system katup pencampuran bahan bakar. Kemudian dengan mengubah katup tersebut maka masalah yang muncul pada mesin F1 dapat diatasi, kini Saturn V telah memiliki mesin dan siap untuk uji penerbangan. Namun proyek Apollo sendiri bukannya tanpa halangan, pada tanggal 27 Januari 1967 terjadi suatu bencana yang hampir membuat program Apollo menjadi dibatalkan saat itu 3 Astronot amerika yaitu Gus Grissom, Roger Chafee, dan Ed White mencoba kapsul Apollo 1 namun malang tak dapat ditolak suatu konsleting listrik menyebabkan terbakarnya kapsul Apollo mereka yang murni oksigen dan ketiganya kemudian tewas terpanggang didalam kapsul tersebut. Kejadian ini membuat NASA mengubah konfigurasi dari kapsul nya. Von Braun kemudian pada tanggal 9 November 1967 menguji Saturn V ( Apollo 4 ) untuk pertama kalinya yang merupakan uji roket yang sesungguhnya.  Dalam pengujian ini Apollo 4 menjadi objek terbesar buatan manusia yang berhasil mengangkasa, getaran dari  roketnya dapat terdeteksi oleh sensor gempa diseluruh Amerika. Namun masih terdapat suatu masalah yang ada pada roket Saturn V, masalah yang muncul adalah munculnya Pogo, yaitu vibrasi yang muncul pada roket ketika sedang berada pada kecepatan tinggi, adanya pogo ini dapat menyebabkan roket menjadi meledak. Adanya kegagalan beberapa mesin pada stage 2 roket juga menjadi masalah yang harus diselesaikan oleh Von Braun dan timnya. Namun secara keseluruhan Apollo 4 berhasil meluncur dengan baik.

Von Braun dan mesin roket Saturn V

Von Braun dan mesin roket Saturn V

Karena desakan dari pihak NASA maka Von braun harus kembali meluncurkan Apollo 8 untuk mengitari bulan, hal ini dikarenakan pada saat itu mereka mendapat informasi dari pihak intelijen bahwa pihak USSR telah mendekati AS dengan menciptakan roket yang seukuran dengan Saturn V. Roket buatan USSR ini nantinya diketahui sebagai N –  1 yang merupakan hasil rancangan enjiner roket mereka yaitu Sergey Korolev. Apollo 8 meluncur pada bulan desember 1968 untuk mengitari bulan, dengan 3 orang astronot yaitu Jim Lovell, Bill Anders, dan Frank Borman mereka kemudian menjadi orang pertama yang dapat melihat permukaan bulan dari jarak yang dekat. Puncak dari proyek Apollo adalah ketika Apollo 11 meluncur yaitu untuk misi pendaratan di bulan. Apollo 11 berawak 3 orang yaitu Neil Amstrong, Michaell Collins dan Buzz Aldrin, pada tanggal 20 juli 1969 AS masuk kedalam buku sejarah dengan keberhasilan mereka mendaratkan astronotnya di Bulan. Pada tanggal itu untuk pertama kalinya manusia di bumi menjejakkan kakinya di permukaan bulan. Hal ini juga menjadi puncak karir dari seorang Wernher Von Braun, setelah itu beberapa tahun kemudian ia masih memprakarsai 6 proyek Apollo lainnya dan meninggalkan NASA setelah tidak ada proyek besar lainnya.

Keberhasilan dari Proyek Apollo merupakan puncak karir dari seorang Wernher Von Braun

Keberhasilan dari Proyek Apollo merupakan puncak karir dari seorang Wernher Von Braun

Von Braun meninggal pada tahun 1977 dikarenakan penyakit kanker yang dideritanya. Perlu diketahui juga bahwa Von Braun juga sempat ingin berkunjung ke Indonesia untuk membagi ilmu pengetahuan di bidang peroketan, karena pada saat itu dunia dirgantara Indonesia sedang berkembang, dan Indonesia merupakan negara kedua di Asia setelah Jepang yang mampu meluncurkan roket berbahan bakar cair hingga ketinggian 600 Km. Namun, Von Braun tidak jadi mengunjungi Indonesia dikarenakan penyakit yang dideritanya……….

 

2 thoughts on “Von Braun – Jenius yang berada di dua negara

  1. Bugus Bro tulisannya, sbg pembuat gagasan utk Anak2 bangsa yg haus akan teknologi dirgantara dan semoga Von Braun Indonesia segera bermunculan. Salam kenal……………..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s