SkyLovers

Sebuah tulisan, sebuah cerita…

KKN – The Essentials : Ramadhan di KKN

Leave a comment

Memasuki bulan ramadhan ini, gw jadi inget tentang apa yang gw lakukan setahun yang lalu. Ya, tahun lalu ( 2009, red ) gw sempet menyambut datang nya bulan ramadhan di tempat KKN. Hal ini karena bulan ramadhan jatuh tepat pada saat kita sedang melaksanakan KKN ( bulan agustus ), ini juga tidak terlepas dari diperpanjang nya waktu pelaksanaan KKN.

Sebelumnya sempat ada desas-desus bahwa pelaksanaan KKN akan diakhiri sebelum bulan ramadhan datang, namun ternyata itu hanyalah kabar burung belaka. Sehingga kami pun harus menjalani sisa-sisa masa KKN dengan menjalankan ibadah puasa. Hal ini tidaklah menjadi masalah, karena kebetulan pada saat itu semua program KKN telah habis. Sehingga tidak mengganggu “kekhusyukan” dari ibadah puasa di bulan ramadhan tersebut. Coba bayangkan apabila program seperti pemasangan gapura, instalasi listrik, dan program – program fisik lainnya dilangsungkan pada saat puasa berlangsung. Bukan tidak mungkin bahwa ada program yang akan terbengkalai, alhamdullilah semua program telah selesai menjelang ramadhan tiba. Dan hanya menyisakan untuk membuat laporan pelaksanaan kegiatan KKN saja

Ada beberapa kejadian menarik yang terjadi selama pelaksanaan KKN dibulan ramadhan ini. Yang pertama adalah masalah sahur, sahur di KKN menjadi hal yang cukup pelik. Hal ini karena kita semua harus mencari sahur di waktu dini hari, dimana pada saat itu di jogja sedang memasuki musim kemarau, yang mana udara nya sangat dingin di waktu –waktu sahur tersebut. Sehingga beberapa dari kami pun malas untuk makan sahur dan memilih melanjutkan tidur hingga esok hari menjelang. Seingat gw mungkin hanya 2 – 3 kali kita pergi mencari sahur pada waktu itu. Yang pertama kalau gak salah kita sahur di restoran waralaba yang ada di daerah terban, karena di tempat itu menyediakan menu paket untuk sahur, dan kita pergi nya pun tidak menggunakan motor melainkan menggunakan mobil ( kebetulan si Ninda membawa mobil, sehingga kami pinjam mobilnya untuk makan sahur😀 ) untuk menghindari hawa dingin. Dan perlu diketahui bahwa yang pergi hanya 5 orang saja termasuk gw, sisanya memilih untuk “bertahan” di pondokan. Berikutnya kami memilih sahur didaerah pogung, karena letaknya yang tidak terlalu jauh dan di pogung lumayan banyak warung yang buka di waktu sahur ( karena lokasi nya yang merupakan daerah mahasiswa ). Hal ini berbeda dengan daerah kami tinggal, dimana hampir tidak ada satu pun warung makan yang buka saat waktu sahur ( bisa dimaklumi, karena tempat kami tinggal merupakan wilayah pemukiman penduduk dan bukan pemukiman mahasiswa ).

Salah satu kejadian yang lucu saat menjalani ibadah puasa di pondokan KKN adalah ketika si Dewo sakit perut, alkisah akibat pada saat buka puasa ia  makan nasi padang ( yang kebetulan sambal nya pedes banget ), nah mungkin karena akibat dari perut yang kosong seharian sehingga menyebabkan asam lambung nya menjadi naik, lalu perut yang kosong tersebut langsung ia isi dengan makanan –makanan yang sangat pedas, akibatnya terjadilah reaksi berantai yang menyebabkan perut nya menjadi berontak ( analisis sothel ) dan mengakibatkan si Dewo bolak – balik WC lebih dari 10x, dan hal itu terus berlangsung ( bolak – balik kamar mandi ) di waktu sahur, sehingga ia pun tidak bisa ikut sahur bersama kami yang kebetulan saat itu memilih untuk sahur di luar karena takut moncor di perjalanan😀.

Dewo di salah satu kegiatan

Dewo di salah satu kegiatan

Kejadian yang gak kalah menarik nya adalah ketika gw, Tito, Pulung, Kharis dan Ninda akan mencari makan buat sahur,

Tito      : Eh, besok kita sahur dimana ni ??? kalau bisa yang deket aja, coz udara nya dingin banget

Gw      : Wah, kalau deket2 sini gw gatau e, paling deket ya pogung itu….

Kharis  : eh, aku tau kok tempat makan deket sini,

Gw      : Ha, ada po ris ?? dmn ?

Kharis  : Itu be dideketnya terminal jombor, kata orang ada tempat makan disitu, lumayan sih katanya….

Gw      : ooo gitu ya ( sambil berpikir perasaan tdk ada tempat seperti itu di deket jombor)

Tito      : Oke, jadi besok kita sahur disana aja ya….

Walhasil kita pun akhirnya mencari tempat yang dikatakan oleh Kharis tersebut,  personel yang berangkat pada waktu itu adalah gw, Tito, Pulung, Kharis, dan Ninda. Sedangkan dewo masih “moncor”😀 ( paragraph sebelumnya ), Reza memilih sahur bersama keluarga nya, dan  Yayas, Ika, serta Diaz memilih untuk bertahan di pondokan. Kita berangkat menggunakan motor, karena dengan asumsi bahwa lokasi yang tidak terlalu jauh.

Kharis bersama Pak Riyono

Kharis bersama Pak Riyono

Kita pun kemudian menuju lokasi yang telah ditentukan, setelah mencari kita sempat melihat bahwa memang ada warung makan di daerah tersebut, tapi tempat nya terlalu sempit dan memang kurang nyaman untuk makan di tempat itu, namun kami masih berpikiran bahwa masih ada warung lain disekitar situ, kami pun terus mencari hingga akhirnya menemukan sebuah lapangan kosong. Dan dari situ kami berkesimpulan bahwa warung yang dimaksud si kharis ya warung kecil tadi itu. Nah karena lokasi yang kurang nyaman, akhirnya kita pun kemudian memutuskan untuk makan sahur di daerah pogung, dengan berdingin – dingin ria tentunya😀. Terhitung mungkin sekitar 8-10 hari, kami menjalani KKN di pondokan sebelum penarikan berlangsung.

Satu-satu nya kegiatan yang dilangsungkan bersama warga disaat bulan puasa adalah ketika kami mengadakan acara ta’jilan bersama warga di mesjid setempat. Dan sekaligus pamit kepada warga karena waktu nya penarikan dari lokasi KKN telah tiba.

Acara ta'jil bersama warga karanggeneng

Acara ta'jil bersama warga karanggeneng

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s