SkyLovers

Sebuah tulisan, sebuah cerita…

KKN – The Essentials : Laler

Leave a comment

Laler

Hari  – hari pertama KKN bisa dibilang sangat membosankan, kami hanya berdiam diri saja di pondokan. Karena memang pada minggu – minggu awal KKN ini, tidak diperkenankan untuk melakukan kegiatan dan hanya sebatas survey saja. Jadi kegiatan kami selama periode tersebut hanyalah bermain dan bermain, atau diselingi dengan rapat sesekali waktu.

Pada periode ini juga terjadi kejadian yang tidak mengenakkan, yaitu pondokan tempat kami tinggal diserbu oleh ratusan lalat. Lalat tersebut datang dalam jumlah yang sangat besar, Sehingga bisa dibilang sangatlah mengerikan, bagaimana tidak mengerikan ?? mereka hinggap dimana – mana –> Bantal, kasur, selimut, gelas, piring, bahkan masuk kedalam galon air minum kami. Kalau begini terus, maka kita semua bisa terkena berbagai macam penyakit perut dan yang lainnya. Awalnya kami pikir, hal ini terjadi karena kebiasaan kami yang tidak pernah membersihkan kamar, sehingga lalat – lalat itupun berdatangan ke kamar kami. Kemudian kami pun membersihkan kamar dengan harapan agar lalat – lalat tersebut tidak kembali datang ke kamar. Ternyata suasana kamar yang bersih, malah membuat lalat – lalat tersebut makin banyak berdatangan…( walaahh, ternyata lalat pun suka dengan suasana yang bersih ).

Akhirnya kita pun mencoba mengatasi hal ini dengan membeli “perangkap lalat”. Bentuk perangkap tersebut adalah berupa lembaran kertas yang telah diberi semacam zat pelekat. Dimana zat tersebut ternyata juga memancarkan bau yang tidak sedap. Sehingga lalat – lalat tersebut kemudian terpancing untuk mendekat dan terkena jebakan.

Bayangkan hewan seperti ini hinggap dimana - mana dalam jumlah yang sangat banyak

Hal ini menjadi pemandangan menarik bagi kami ( terutama gw ) , dimana kami suka sekali melihat lalat – lalat yang “tidak berdosa” tersebut terkena perangkap yang telah kami sediakan. Dalam waktu tidak sampai 15 menit, sudah puluhan bahkan ratusan lalat yang terkena jebakan kami. Tubuh mereka “menempel” di atas jebakan tersebut, semakin mereka berusaha melepaskan diri, maka semakin kuatlah lem tersebut bekerja. Namun, hal ini ternyata tidak lantas mengurangi jumlah “populasi” lalat di pondokan. Malahan, jumlah lalat yang datang semakin banyak saja. Hal ini mungkin disebabkan oleh jebakan yang kami pasang, karena jebakan tersebut memancarkan “bau-bauan” yang tidak sedap maka malah mengundang lalat –  lalat lain untuk mendekat.

Ternyata jebakan ini tidak hanya menjebak lalat – lalat, tapi juga MANUSIA. Beberapa diantara kami sempat terkena “jebakan” hina tersebut. Pulung adalah korban pertama dari jebakan tersebut, kakinya tidak sengaja menginjak bagian jebakan yang mengandung perekat. Jadilah dia LALAT BESAR yang terkena jebakan. Bahkan pak Kormasit pun pernah terkena jebakan ini.

Pak Kormasit pun ikut terkena perangkap laknat tersebut :D

Pak Kormasit pun ikut terkena perangkap laknat tersebut😀

Badai “LALAT” ini tidaklah berlangsung lama, menjelang akhir bulan juli jumlah mereka mulai berkurang. Usut punya usut, ternyata lalat tersebut datang karena pada saat itu adalah musim perabukan di ladang – ladang milik petani. Sehingga lalat – lalat tersebut terpancing untuk datang. Karena pondokan kami tepat disebelah ladang  dan sawah, maka kami pun terkena imbasnya. Hal ini ternyata tidak hanya terjadi di tempat kami saja ( karanggeneng.red ), soalnya di tempat lain pun ternyata mengalami hal yang sama –> diserbu lalat2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s