SkyLovers

Sebuah tulisan, sebuah cerita…

Catatan Mahasiswa Gila 2 : Bromo part 2

10 Comments

Catatan ini adalah sambungan dari cerita “catatan mahasiswa gila 2 : Bromo part 1”,  mohon maaf kalau pada catatan sebelumnya ending agak gantung….

08 November 2009

Lokasi : Bromo, Batu, Songgoriti, Malang, Surabaya

Pukul   : 03.00 – 21.00

Tepat pada pukul 03.00, gw terbangun -> dibangunin ama pemilik penginapan. gw liat si tmin juga sudah bangun, kemudian gw ambil air untuk cuci muka. Setelah itu kami pun mempersiapkan diri untuk pergi ke puncak penanjakan. Gw meminjam jaket si tmin untuk menepis udara dingin yang mulai menusuk tulang, sebenarnya gw udah bawa jaket. Namun kalau cuma satu, dapat dipastikan bakal sia – sia saja.

Perjalanan di pagi buta itu ditempuh dengan menggunakan motor selama kurang lebih 30 menit. Bisa dipastikan kalau yang tidak siap mental, bakalan langung drop. Kami pun sampai dipuncak pada pukul 04.30, betapa kaget nya ketika sampai di puncak tersebut. Ya, di tempat itu ternyata telah dipenuhi oleh ratusan manusia yang akan mengabadikan momen terbitnya matahari dari puncak tersebut. Ada keuntungan jika ke puncak dengan menggunakan motor, yaitu motor yang kami tumpangi dapat membawa kami hingga ke anak tangga menuju lapangan view nya. Sedangkan kalau naik mobil, maka harus parkir di tempat yang rada jauh dari tangga tersebut.

Lautan manusia di penanjakan view

Sesampai nya di lokasi, kami pun segera menyiapkan kamera untuk mengabadikan momen – momen di puncak itu. Tak lupa gw menyiapkan tripod untuk menyangga kamera yang gw bawa. Pemandangan pada saat itu benar – benar sangat indah, dan menakjubkan.

Bromo, Batok, & Semeru

Kami berada di penanjakan view tersebut selama kurang lebih 2 jam-an. setelah puas mengabadikan gambar, maka kami pun bergegas ke area selanjutnya. yaitu lautan pasir – Sea of Sand. Untuk menuju lautan pasir dibutuhkan waktu sekitar 30 menit ( kira – kira segitu, soalnya gw juga lupa melihat jam ). Medan menuju sana ternyata sangat MENANTANG dan lumayan MENGERIKAN….yaitu jalannya CURAM dengan kemiringan hampir 45 derajat dan jalannya RUSAK PARAH, betul juga apa yang dikatakan oleh “calo – calo” ini. Beruntung gw naik “ojek motor” coz klo naik mobil, gw tidak tahu apa yang bakalan terjadi dengan mobil yang gw naiki ( selamat masih untung ), klo MASUK JURANG bagaimana ? ato klo berhasil lolos dari JURANG, maka masih ada TANTANGAN lain lagi, yaitu LAUTAN PASIR nya yang MENANTANG ( MOBIL yang tidak 4×4 ato yang berjenis city car, dipastikan bakalan nancep )

Nah, waktu menuruni jalan yang curam itu, Bapak yang mengantar gw bercerita kalau di JALUR ini sering terjadi KASUS MOBIL MASUK JURANG !!!. Cerita beliau ini, menurut gw masih perlu ditanya lagi kebenarannya. Hal ini karena, bapak pemilik pemondokan bercerita kalau di tempat menuju kawah  tersebut tidak pernah terjadi kecelakaan yang sampai merenggut korban jiwa, paling banter adalah kejadian di padang pasir nya ( YAITU MOBIL yang nyangkut di pasir ). Klo gw percaya ama bapak pemilik pemondokan, karena dia adalah orang suku TENGGER yang paling berada ujung ( wonokitri ) dan udah lama sekali berdiam disitu. Setelah melewati jalur yang lumayan mengerikan ( curam 45 derajat + rusak parah ), maka tantangan selanjutnya adalah melewati ladang PASIR yang lumayan jauh.

4x4 in action

Ini dia TANTANGAN nya klo menurut gw, ketika melewati daerah berpasir tersebut MOTOR yang kami gunakan melaju dengan cukup kencang. Klo menurut pendapat gw , semakin kita memacu motor dengan kecepatan tinggi, maka semakin sedikit pula kemungkinan motor akan nyangkut di pasir. nah yang gw takutkan adalah kalau sampai motor ini masuk pada bidang pasir yang dalam sehingga akan mengakibatkan selip, bisa dibayangkan kalau sampai selip -> GW AKAN MENCIUM TANAH AIR alias JATOH. Beruntung motor yang gw naiki cukup kelas jalanan ( GL pro ), sehingga motor nya lumayan stabil untuk melewati jalur seperti ini. Sedangkan motor yang dinaiki si tmin bertipe ASTREA GRAND, sehingga ga berani kencang – kencang…hehe,

Sempat terpikir di benak gw, enaknya besok lain kali kalo kesini naek Mobil Ranger + Motor TRAIL -> Pasti mantap !!!, akhirnya setelah melewati medan yang cukup berat, kita pun sampai di titik pemberhentian -> yaitu di deket pura. Karena kita naek motor, maka kita bisa sampai parkiran motor yang berada lumayan dekat menuju anak tangga. Lain dengan kalo naik mobil yang berhentinya lumayan jauh. Di daerah situ juga banyak yang menyewakan KUDA, harga sewa kuda lumayan tinggi yaitu sekitar Rp 75.000.

Kuda Rp 75 rebu cma nganter pergi ke atas doank.......

Tmin    : Cuk, enaknya naek kuda nih…

Gw      : Lu, ada doku brapa di dompet ?

Tmin    : Cm 150, lha elu ?

Gw      : Ada cma 90 rebu…..

Tmin    : Yaa, ga cukup bwt sewa kuda….coz sewa motor blom dibayar

Akhirnya kita pun harus ber-susah-susah untuk naek ke puncak, medan nya lumayan menantang bagi orang yang jarang Olah Raga !!! cukup ngos-an juga untuk mendaki puncak ini, butuh sekitar 6x check Point untuk mendaki nya…..karena “paru – paru” si tmin cuma SATU, terasa banget kalau pendakian ini sangat menyiksa dirinya…

Tmin    : Woii be, berhenti dulu ni…gw ga tahan, hosh…hosh…hosh

Gw      : OKEee min, lupa gw klo paru2 lu cuma SATU….wkwkwkkwkwkwk

Butuh oksigen min ???

Akhirnya setelah melalui perjuangan yang lumayan berat ( sekali lagi buat yang jarang OR ), kita pun sampai di puncak…sampai disono gw langsung BENGEK ….BUKAN karena lelah, tapi karena BAU BELERANG yang begitu menyengat !!! Oya, ada satu lagi tantangan disini, yaitu banyak nya kotoran KUDA yang bertebaran DIMANA – MANA….so be careful !!!

Kawah Bromo.....cuma ada asap belerang

Setelah puas poto – poto, akhirnya kita pun turun “GUNUNG”, untuk perjalanan turun nya tidak diperlukan tenaga, namun hanya cukup berwaspada agar tidak “TERGELINCIR”, gw sempet beberapa kali hampir jatuh akibat kurang berhati – hati dalam melangkah….Kita sampai di parkiran motor skitar pukul 08.30 dan langsung balik menuju penginapan untuk bersiap turun dari bromo.

Sesampainya di Penginapan, kita pun langsung membereskan urusan ADMINISTRASI ke abang – abang ojek yang mengantar kita. Kelar urusan ini kami pun pergi bersih  -bersih badan dan cabut dari penginapan. Bagi gw, hal ini adalah untuk pertama kali nya mandi di kawasan pegunungan -> AIR nya SANGAT HANGAT ketika MEMBENTUR tubuh !!! Cabut pada pukul 09.30 dan langsung menuju kawasan BATU untuk main PARALAYANG,

Perjalanan menuju batu ditempuh selama kurang lebih 2 jam, dengan perincian turun dari bromo memakan waktu sekitar 1 jam dan perjalanan dari purwodadi – malang ditempuh selama 1 jam. Sesampainya di batu, kami mampir dulu di restoran sate kelinci untuk mengisi perut yang kosong. Puas dan kenyang makan, kami beranjak menuju kawasan songgoriti. Waktu menunjukkan pukul 12.30 ketika kami sampai di songgoriti. Kami mencari base camp PARALAYANG yang ada di tempat itu -> namanya Ayokitakemon !!…Klo yang berminat terbang tandem ama kru2 nya dapat menghubungi mas Yoshi ( EO dari Ayokitakemon !! ).

Ternyata begitu sampai di base camp, mereka bilang pada kami bahwa rencana terbang akan dilakukan pada pukul 14.00, hal ini dikarenakan menunggu angin membaik. Angin yang baik adalah angin yang bertiup dengan kecepatan sedang ( tidak terlalu kencang dan tidak terlalu pelan ) hal ini karena kalau angin terlalu kencang, maka penerbangan akan menjadi singkat alias cepat mendarat. Normal waktu terbang adalah skitar 15 menit jika cuaca dan angin cukup baik.

Tepat pada pukul 14.00 kita pun menuju lokasi paralayang. Tempat nya ada dipuncak GUNUNG Banyak. Begitu sampai di gunung banyak, ternyata itu menjadi lokasi bagi para muda – mudi untuk melepaskan kerinduan antara satu sama lain….yaa namanya juga GUNUNG BANYAK-> BANYAK ORANG PACARAN dll ( itu kata pilot paralayang gw ), Sampai disono gw langsung bersiap  -siap dengan memasang peralatang paralayang seperti helm, harness dan lain2. gw juga dikasi beberapa wejangan mengenai apa aja yang harus dilakukan selama penerbangan

Prepare for take off......safety check etc

Tentor : MAS, nanti kalau belom terbang pegang tali yang ini…tapi kalo uda terbang tarik yang ini…pokok nya menurut aja aba2 dari pilot nya, okee

Gw      : OKEE….

Tentor  : Ya, sudah sekarang mas nya duduk dulu….kita tunggu angin membaik

Cuaca memang saat itu bisa dibilang kurang baik….daerah di belakang gunung banyak sudah diselimuti awan mendung yang cukup tebal, gw sempat terbayang – bayang bakalan batal terbang karena cuaca yang tidak bersahabat. Akhirnya setelah tidak menentu, gw pun dipanggil menuju titik peluncuran ( ternyata jadi meluncur )….inilah saat – saat yang dinanti, setelah memasang peralatan dan mengecek safety nya, kami ( gw ma pilot nya ) bersiap meluncur…

Tentor  : OKe mas siap – siap ya!! pokoknya dengerin aja aba – aba dari pilot nya

Gw      : Okee….

( hal yang paling mendebarkan dari penerbangan ini adalah saat – saat akan take – off dan landing, klo ga percaya cobain aja sendiri )

1….2….3…Lari, lari….lari dan TERBANG !!! akhirnya gw terbang juga menuju angkasa RAYA ( lebay mode : ON ), begitu terbang apa yang gw liat adalah hal yang menakjubkan -> dimana gw dapat memandang keindahan kota batu dari angkasa dan merasakan terpaan angin yang begitu kencang ( maka dari itu tentor nya mengatakan bahwa kalau maw terbang sebaiknya memakai jaket, supaya tdk kedinginan di atas sono).

Take off from Mt. Many ( Gunung Banyak )

Ibaratnya kalau naik pesawat dapat disamakan dengan naik mobil, maka kalau naik paralayang ini sama dengan naik MOTOR ( karena merasakan terpaan angin ) namun feel nya jauh dari naik motor. karena angin cukup baik, maka gw bisa di udara selama 15 menit-an. Sempat diajak ber-manuver diudara, dan melintasi sekitaran gunung banyak. Dari atas gw melihat pasangan muda – mudi yang sedang berasyik – masyuk di semak – semak hutan ( masya Alloh, anak muda zama sekarang ), bahkan pada saat si tmin terbang dia melihat adegan MESUM yang dilakukan oleh para muda – mudi di semak – semak tersebut…weleh – weleh,

Mw jadi seperti Icarus ato Gatotkaca ? silakan coba....

Klo menurut gw, jenis olahraga ini sangat menantang dan bagi para jiwa muda yang ingin merasakan feel nya terbang layang, maka hal ini patut untuk dicoba….Setelah puas mengangkasa raya, maka gw bersiap – siap untuk landing, karena angin nya masih baik maka kami landing di titik awal kami terbang ( kalau angin nya berubah menjadi buruk, maka titik landing berbeda dengan titik take – off ), beruntung lokasi pendaratan masih sama dengan lokasi take – off karena kalau sampai berbeda, maka gw akan turun dibawah dan si tmin akan menunggu cukup lama untuk terbang ( terbang layang nya dilakukan secara bergantian ), dan juga klo gw sampai turun dibawah maka penerbangan si tmin tidak ada yang mendokumentasikan. Prosesi mendarat juga termasuk hal yang mendebarkan.

Salah mendarat dapat berakibat fatal, dari cedera kaki hingga masuk rumah sakit dapat saja terjadi. Gw hanya diperintahkan untuk mengangkat kaki saja…dan….SRAKKKK, gw pun landing dengan mulusnya. Selanjutnya adalah giliran si Tmin untuk terbang ( sempat poto pre-take off dulu ). Lalu dia mengikuti jejak gw dan mengangkasa di udara bebas….Berbeda dengan gw, si tmin mendarat di bawah ( karena arah angin sudah mulai berubah ). Lagi – lagi gw beruntung, knapa ? karena setelah si tmin terbang, ternyata lokasi ini sudah diselimuti awan tebal dan hujan sudah mulai turun. Sehingga sesi paralayang untuk hari ini dinyatakan USAI -> dapat dibayangkan kalau kami sampai terlambat sampai di lokasi base camp tadi, gw ga bakalan dapat sesi flight pada hari ini. Maka dari itu, mas Yoshi bilang pada kami: lain kali kalau mau terbang, agar menghubungi pihaknya terlebih dahulu supaya dapat memastikan apakah cuaca baik atau tidak…Setelah menjemput tmin dilokasi pendaratan, kami pun kembali ke base camp AyoKitakemon!!, istirahat + minum-minum + menyelesaikan administrasi, kami pun cabut dari songgoriti ( karena mengejar waku untuk kembali ke surabaya ).

Dalam perjalanan kembali ke Surabaya, kami mampir terlebih dahulu di Malang untuk mengisi perut. Setelah puas makan, kami pun melanjutkan perjalanan pulang ke surabaya….Perjalanan ke surabaya, ditempuh dengan waktu sekitar 2,5 jam. Tak lupa, gw mampir dulu di toko oleh – oleh yang ada di kawasan seputaran malang. Begitulah, perjalanan gw di jawa timur ini diakhiri dengan pengalaman yang mengasyikkan dan disuguhi hal – hal yang baru bagi gw ( BROMO – Paralayang ).

Kami sampai di surabaya sekitar pukul 20.00 dan langsung diajak ama si Tmin untuk mampir di Rawon Setan ( rawon yang paling terkenal di surabaya…begitu katanya ), kelar makan kami pun langsung pulang ke rumah tmin untuk beristirahat -> karena gw harus pulang esok hari + Gw mulai ga enak badan. Tmin sendiri, begitu sampai di rumahnya langsung TEPAR tak bergerak hingga ESOK hari ( maklum, He is the DRIVER !!! ). Gw baru dapat tidur sekitar pukul 24.00, setelah sebelumnya sempat menyetel berbagai alarm yang ada dengan tujuan agar gw bangun pada esok hari ( kreta berangkat pukul 07.30 ).

09 November 2009

Lokasi             : Surabaya, Stasiun Gubeng, KA, Stasiun Tugu, Yogyakarta

Pukul   : 05.00 – 12.30

Tepat pukul 04.50 gw terbangun -> bukan karena alarm, tapi entah kenapa gw bisa bangun di pagi hari itu. Setelah itu gw pergi mandi + buang hajat dan membereskan semua perlengkapan yang gw bawa. Tepat pada pukul 06.45 gw diantar si tmin menuju stasiun gubeng untuk kembali ke Yogyakarta…

Gw      : Oke min, thx ya udah nganter kemana – mana selama 3 hari ini….

Tmin    : Oke, yup sama2…ati2 dijalan….

Setelah itu gw pun masuk ke dalam stasiun, menunggu selama 15 menit dan akhirnya kereta yang akan membawa gw kembali ke Yogyakarta datang juga. Tepat pada pukul 07.30 kereta ini berangkat, dengan berangkatnya kereta ini meninggalkan stasiun GUBENG, maka berakhir pula lah petualangan gw di Jawa Timur selama 3 hari ( 6 – 9 November ). Kereta yang gw naiki sampai di Yogyakarta sekitar pukul 12.40 –an ( skitar 5 Jam perjalanan ). Begitu turun dari kereta, gw langsung mencari taksi dan pulang menuju rumah…..I’M Home !!!

Jogja....jogja....welcome Home !!!

10 thoughts on “Catatan Mahasiswa Gila 2 : Bromo part 2

  1. Starring:
    Fadli Wdt As Tmin😀

  2. echhm….da tips gk bang…aq mw ke bromo 7 org ney dari jogja juga, tp bw mobil ndiri, bisa gk ke pananjakan na pake mobil sndiri??emang mesti nyewa motor or mobil jeep gitu yaa?? sewa motor brapa bang??parkir terdekat ama pananjakannya ada gk??

    kasih gambaran yiah bang, ditunggu ney di email aq…
    luny_subekti@yahoo.ca
    ditunggu, TQ

  3. @ Looney : Thx uda mampir bro….silakan cek e-mail mu, klo masih ada pertanyaan PM aja sob….

  4. ini kunjungan balik….
    kapan-kapan boleh dong bonceng tuh yang pake melayang2….

  5. @ 4sudut : Boleh aja bro….tapi gw latian jadi DRIVER nya doloe yak, ntr klo dah dapat SIM D nya baru lu gw BONCENG….hahaha

  6. mohon info tempat sewa motor trial di Malang ada ga bang
    ditunggu ya bang… e mail ke saidf147@gmail.com

    tx b4

  7. NICE DETAILS!! thankyou, tank tank dari kayu..
    next time main ke batu for a free-ride, a8?
    numpang iklan yee..
    http://paralayangbatu.blog****.com dan http://www.ayokitakemon.com buat para adrenaline junkie..

  8. @ Mas Yoshi : Oke, seep mas !! Next time klo ada waktu, kita “terbang” lagi di Batu !!!😀

  9. “yaitu di deket pura yang ada di kawah ijen”
    bro, jalannya ke bromo atau kawah ijen?
    bukannya 2 itu masing2 tempat yg berbeda?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s