SkyLovers

Sebuah tulisan, sebuah cerita…

Di balik Layar Reuni IPA 1 ( Yogyakarta, 22 – 24 January 2009) Part 1 – Interlude

2 Comments

catatan ini didedikasikan bagi perjuangan anak – anak  IPA 1 Yogya sebagai coordinator pelaksana
Reuni IPA 1 Vidatra 2006 (22-24 January 2009)

Oke ini adalah sepenggal kisah dari catatan coordinator pelaksana reuni IPA 1 di Yogyakarta yang baru diadakan kemaren tanggal 22 – 24 Januari 2009. Kalau biasanya orang – orang pada nampilin catatan reuni nya, maksudnya perjalanan nya sedangkan yang ini beda, tulisan ini akan menampilkan sisi lain dari perjalanan itu… yaitu catatan dari kru pelaksana reunian itu…. Silakan disimak catatan berikut, harap maklum bila terdapat kesalahan penulisan atau kesalahan dalam penyebutan orang – orang, tempat, atau apalah gitu.


Let the journey begin :

29 Desember 2008,
Lokasi : Kosan Trisno
Waktu : 21.30
Tanggal ini merupakan cikal bakal dari adanya reuni IPA 1. Dimana pada saat itu anak – anak IPA 1 2006 mengadakan kumpul – kumpul ( bukan kumpul kebo lho….) untuk ngebahas masalah reuni via YM ( a.k.a Yahoo Messenger ), acara conference ini dilakukan untuk menindak lanjuti gagasan akan reuni kelas yang telah dibicarakan sebelumnya antara dua orang pemimpin / tetua dari region Yogya dan Surabaya, yaitu Try Mardiantony selaku pimpinan cabang Surabaya dan Ardhi Septian pimpinan cabang Yogyakarta. Secara kebetulan pada saat itu, ntah tanggal berapa ( gw lupa) yang penting pada bulan desember, si Tony datang ke Yogyakarta untuk menghadiri pernikahan mantan guru les kami di Bontang yaitu Mas Jamal. Si Tony ini menginap di kosan Ardhi, mungkin karena “sekamar”, mereka jadi sering berbicara/ ngobrol satu sama laen sharing ini –  itu, dan tak sengaja obrolan mereka mulai menjurus ke masalah reuni. Pada awalnya reuni ini hanya sebatas wacana saja dan belum ada rencana untuk realisasi nya, namun entah kenapa tiba – tiba jadi terwujud beneran ( Subhanallah, hanya atas kehendak Maha Kuasa Allah lah, reuni ini menjadi terwujud….Kun Fa Ya Kun ). Setelah Tony pulang ke Surabaya pun, masalah reuni ini tetap menjadi misteri, sampai suatu ketika Ardhi membicarakan reuni ini di YM. Sebenarnya akan adanya masalah reuni ini, juga tak terlepas dari peran seorang Ardhi Septian, ia secara tak sengaja rajin melakukan kontak terhadap anak2 lain yang berada di kota – kota lain, seperti Teddy Pandu ( Bandunk ), Try Mardiantony ( Surabaya ), dan lain – lain. Melalui kontak tersebut ternyata diketahui bahwa sebagian dari anak IPA 1 menghendaki diadakannya reunian, maka jadilah kenyataan reuni yang tadinya hanya sebatas wacana berubah menjadi program yang akan dijalankan pada liburan akhir semester ganjil ini. Untuk itu menjelang akhir tahun 2008, anak – anak IPA 1 berkumpul di conference IPA1 untuk membahas masalah ini. Walaupun tidak semua yang berkumpul, namun hal ini dianggap telah mewakili anak IPA 1 yang tersebar di berbagai kota. Pada malam itu sendiri, gw hampir telat datang ke conference nya, karena pada saat itu gw sedang keluar makan bareng temen yang bernama Trisno Harris ( seorang warga keturunan Cina yang bermata satu, eh ngga punya mata malahan, dan juga ditengarai sebagai penyebab kecelakaan nahas yang menimpa sodara Pulung Ajie ), gw makan pada jam setengah sembilan dan baru selese jam 09.15 menit. Pasti telat lah, karena conference nya sendiri dah mulai jam 09.00, untuk itu selese makan gw langsung menggeber motor ku kenceng2 hingga mencapai kecepatan suara…
( suara dari knalpot motor gw kan ribut gitu, coz bisa membuat anak bayi yang sedang tidur menjadi menangis darah….tanyakan saja pada sodara Pulung)  karena dah telat, maka dari itu daripada cape2 nyari warnet ( maklum pada saat itu gw belon ada koneksi internet ) akhirnya gw memilih untuk menjajah kosan si Trisno ( baca: babah akong ), dan ternyata dia oke2 aj tuh….
Trisno : Lu pake aj be, gua nganggur ko’ ( dengan logat peking medan nya yang kagak jelas itu )
Gua :  Oke dah koh, kagak ditarik bayaran kan….
Trisno :  Ta*ek Lo ( lagi – lagi dengan logat cina medannya )

Singkat cerita, gw langsung membuka program YM nya si Koh dan memasukkan User ID beserta Password gw, dan langsung Sign – In. Setelah koneksi tersambung, maka langsung ada invitation untuk conference dari sodara Teddy Pandu, gw langsung Accept dah dan join tuh conference, pada awalnya masih ngebicarain hal – hal yang ga jelas, ngebicarain nilai lah, kuliah lah, cewe’ lah, tapi yang paling banyak ngebicarain masalah pulung…. Kebetulan juga pada saat itu ia habis nabrak becak, yang mana merupakan kejadian yang amat langka di dunia modern saat ini. Di dunia yang udah serba modern ini masih aja bisa kejadian seperti itu masih dapat terjadi. Salah satu contoh dari obrolan yang tidak penting adalah sebagai berikut :
Gw    : Lung, gmn kabar cewe’ mu ?
Pulung    : Cewe’ yang mana be ?
Gw    : Itu lho yang dulu make sepatu oren trus pegang bola oren….
Pulung    : Pa gaya mu be….. anjriit Loe.
Pandu    : Hwahahahahahahahahahah
Tony    : Hahahahahahahaha,…..
Ardhi    : huhaahahahahahha, mang dimana dia sekarang ?
Pandu    : di Malang bukan ya ?
Tony    : Di unibraw kan,
Gw    : Bukan, dia da di selangkangan Pulung……
…………………..Hening………………………….
Pulung    : Pa gaya mu, GATHELI !!!!
Pandu    : Hahahahahahahahaahahahahahahahaha
Ardhi    : Hahahahahahahahahahahaha
Tony    : Hwahahahaahahahahahahahahahahahaha
Trisno : Huahahahahaahahahahahahahahaha ( Ikutan tertawa, padahal kagak tau ngetawain hal apa….. )
Singkat cerita, setelah ngobrol ngalor ngidul kagak jelas, kita mulai focus kembali ke masalah reunian. Masalah yang pertama adalah mengenai jadi apa ngga nya reunian….. ternyata semua setuju untuk diadakan nya reunian kelas. Beranjak ke masalah kedua, yaitu permasalahan mengenai siapa EO nya dan coordinator dari masing – masing region. Untuk kasus ini karena reunian diadakan di Yogya, maka EO nya dari Yogyakarta juga, singkat cerita setelah membahas panjang lebar maka ditentukan bahwa ketua dari reuni ini jatuh kepada the last leader of the class yaitu sodara Ardhi Septian dan coordinator dari tiap –tiap region adalah Teddy Pandu ( Bandung ), Ardhi Septian ( Yogyakarta ), dan Try Mardiantony ( Surabaya ). Berikutnya adalah masalah penentuan tanggal, penentuan tanggal ini menjadi sangat penting manakala banyak anak – anak yang sibuk dengan acaranya masing – masing, anak ITB dengan masalah olimpiade nya, anak ITS hampir tidak ada masalah kecuali sama sodari Nanet Sosidora yang akan mengikuti lomba paduan suara, dan Pulung dengan masalah donlot pelem nya…. Ga kok klo anak jogja hampir tidak ada masalah kecuali terhadap kasus Pulung dan Gw sendiri. Hal ini dikarenakan pada tanggal 20 dan 22 kita berdua akan menjalani ujian akhir Cisco – CCNA untuk menentukan kelulusan dari semester 1. Untuk itu dipilihlah tanggal setelah 22 tersebut, setelah melalui debat panjang lebar yang kagak ada pangkalnya, maka ada salah satu anggota dari kita yang memberikan usul jika reuninya diadakan pada tanggal 22 Januari hingga tanggal 25 Januari, sehingga reuni dijadwalkan pada awalnya berlangsung dari tanggal 22- 25, tanggal tersebut sudah fix untuk saat itu karena jika diadakan pada tanggal sebelum 20, hal tersebut tidak memungkinkan, dikarenakan waktu tersebut terlalu mepet dan anak Yogya nya sendiri baru saja selesai Ujian Akhir ( 16 Januari 2009 ). Conference ini sendiri untuk masalah pokoknya baru selesai sekitar jam 10.20, kemudian anak Jogja sendiri mengadakan conference khusus untuk region jogja, conference ini pada awalnya menggunakan tempatnya si Pandu, karena mungkin dia merasa gerah karena kita menggunakan tempat nya dan ngobrolnya panjang lebar yang kagak ada sangkut pautnya dengan kepentingan dia ( hahahaha.. sorry Ndu atas kebiadaban kami ) akhirnya kita memutuskan untuk membuat conference sendiri dengan CS nya si Ardhi hal ini juga demi menjaga kerahasiaan mengenai topic yang akan dibicarakan tentang masalah reuni tersebut. Conference scene Jogja sendiri hanya berlangsung selama sekitar 20 menit dan membahas tempat dimana akan dilakukan rapat koordinasi…ada yang ngusulkan agar conference nya di Café, kemudian di Mall, di Food court, di Bu Santi ( mulai gila idenya ), dan ada pula yang ngusulin di Kuburan ( ini gila lagi, klo yang ini idenya Si Pulung… maklum g pernah beres orangnya ).
Akhirnya diputuskan lah rapat akan diadakan di Coffee Break Café, Jalan Kaliurang pada tanggal 30 Desember 2008………conference Jogja sendiri selese jam 11.15, waduh jam segini kan kosan gw dah ditutup ( maklum kosan perawan ), untuk itu YM gw langsung Sign-out dan pamit ke pada biksu cina yang gi mondar – mandir dengan mulut komat – kamit baca mantera lengkap dengan cawan berisi air suci ( seperti di pelem vampire- vampire cina jaman doeloe )….
Gw : Koh, gw balek dulu yo….thx Internet nya…
Koh : OK be,…….. ( menahan kekesalan yang amat sangat, karena baru saja internet nya dijajah selama hampir 2 jam tanpa ada pungutan bayaran sekalipun….hahahahaha
Gw pun langsung meninggalkan kosan Trisno, menggeber motor gw melintasi padang sawah, dibawah terangnya rembulan pada saat itu menuju kosan gelap tercinta………..end of day

30 Desember 2008,
Waktu : 19.00
Lokasi : Coffee Break, Jalan Kaliurang Yogyakarta

Menindaklanjuti hasil keputusan rapat bersama pada conference pertama, via YM di Kosan Trisno ( 30 Desember 2009 ). Kami selaku anak Yogyakarta bertekad bulat untuk mengadakan rapat internal yang bertempat di Coffee Break ( dapat dibaca di log yang sebelumnya ). Rapat tersebut akan diadakan sedianya pukul 19.00 waktu Indonesia bagian selatan. Oke, gw sendiri baru berangkat dari kosan pukul 18.55 dengan destinasi Coffe Break Café via ATM Mandiri, Sekip. Bagi yang belom tau apa itu ATM Mandiri sekip, coba tanyakan saja pada sodara Teddy Pandu. Karena dia sendiri pernah gw ajak untuk mampir kesini buat ambil duit. Pas gw ajak kesono, si Pandu terheran  – heran sambil bilang begini ama gw :
Pandu  : Be, ini ATM atau Mall sih, kok mesin ATM nya banyak begini ?
Gw     : Ini lebih tepatnya di sebut Mall ATM ndu, bagaimana tidak….
Dan lagi disini ada pencahan dari Rp 20.000 ampe Rp 100.000
( Didalam ATM sekip tuh terdapat banyak mesin ATM, klo g salah jumlahnya ampe 7 – 8 boks ATM yang semuanya punya Bank Mandiri)
Pandu   :  OOOOOoooo…….( masih terheran – heran, kok bisa ya ampe banyak     begini, tanyakan saja ke call – mandiri : 14000)
Oke, kembali ke tajuk utama kita. Jadi setelah mampir sebentar di ATM sekip, gw langsung heading menuju lokasi utama di Coffe Break Café , Jalan Kaliurang. Gw ampe sana sekitar pukul 19.10.34 detik, pas tiba disana yang gw dapatkan adalah tempat itu masih sangat sepi sekali, hanya ada satu orang yang udah datang. Sodari Dwiniati Rahmatunnisa adalah orang pertama yang sampai di tempat itu. Jadi, gw adalah korban keganasan dari jam karet yang kedua. Langsung aja gw samperin dia dan kita ngobrol untuk menghilangkan suasana boring sambil menunggu kedatangan anak Jogja yang laen. Setelah ngobrol selama kira – kira 15 menit ( gw kurang ingat waktunya, gw buat 15 supaya lebih dramatis) datanglah dua spesies makhluk aneh, yang satu kurus berkulit hitam dan satunya lagi tinggi besar dan berkulit rada coklat  ( pasti anda semua taulah ), mereka kemudian datang dan langsung nyamperin ke tempat gw ma Nisa. Merasa jumlah orang yang berkumpul telah mulai lengkap, maka kita pun langsung membuka topic utama yang akan dibicarakan. Dimulai dari tempat – tempat apa saja yang akan dikunjungi. Banyak saran yang masuk, antara lain : Candi ( hal yang paling sering disebut, klo orang akan berkunjung ke Jogja ), Malioboro ( Tempat Wajib dikunjungi bagi para wisatawan dan wisatawati  terutama shoppers), Pantai ( pelengkap objek wisata di Jogja )….. baru ada yang menambahkan dengan Taman Kyai Langgeng ( tanyakan saja pada Anak TekKim), Bu Santi, Boyong Kalegan, Pantai Baron dkk, Keratonan ( Tempat Pulung mangkal ), dan SarKem ( Nah, mulai lagi kan ide gilanya…. Kita mo reunian ato bikin anak ini???)… Oya satu lagi ide wisata yang rencana nya mo ditambahkan yaitu masalah Rafting. Oke, disela – sela membicarakan hal tersebut datanglah dua anak jogja yang lainnya yaitu sodari Nurliana Puspitasari dan sodari  Jane Evaswati Sitinjak putri dari Marudut Sitinjak ( Dewa tertinggi bangsa Mesopotamia….. ). Dan mereka langsung join with us, membicarakan masalah hangat di awal tahun ini. Karena anggota telah lengkap berjumlah 6 orang, untuk diketahui saat itu kami belum memanggil kawan kami yang juga berada di Yogyakarta seperti sodara Budhi Satya Permana, sodari Astri ( gw juga baru tahu kalau ternyata dia berkuliah di UGM jurusan Tek. Pertanian- klo g salah ), dan sodari Suriana. Oke tanpa 3 orang itu , rapat musti tetap berjalan sesuai agenda. Masalah pertama yang dibahas adalah mengenai tempat – tempat mana sajakah yang akan dikunjungi, untuk masalah tempat ini sebelumnya udah dibahas, namun sekarang kita harus memantapkan pilihan tempat mana sajakah yang harus di kunjungi. Setelah berbicara panjang lebar, akhirnya muncullah tempat – tempat sebagai berikut :
Keraton
Malioboro
Candi Prambanan
Pantai Parang…..( Baron tidak dipilih karena masalah track yang berliku )
Cangkruk
Boyong Kalegan
Taman Kyai Langgeng – Rafting
Itulah daftar nama – nama tempat yang akan dikunjungi pada saat itu. Selanjutnya adalah masalah akomodasi, seperti penginapan, ransum, dan kendaraan. Pertama adalah masalah kendaraan, untuk masalah ini kita menentukan apakah akan menyewa mobil atau membawa motor sendiri –sendiri. Akhirnya diputuskan untuk menyewa mobil saja. Oya, sekadar info. Sebelum gw berangkat menuju rapat ini, sebetulnya gw sempat mampir ke kosan Trisno Harris ( temenku cina yang sudah kuceritakan sebelumnya) entah ada urusan apa gw juga lupa. Di kosannya itu dia memberi secarik kertas yang bertuliskan mantra – mantra pengusir roh jahat ( g lah, kertas itu berisikan mengenai daftar harga rental mobil ), dalam hati gw berkata dasar nih Cina banyak kali obyekkannya……kertas itu ternyata request dari sodara Pulung Ajie. Pas rapat gw keluarkan tuh secarik kertas kepada anak – anak yang ikut rapat , dan mereka membacanya dengan seksama…. Maklum tulisan orang cino kan agak susah gitu, kanji – kanji gmna….dan akhirnya mereka semua berkata : “ Kok harga nya mahal ya ????” wah biaya bisa membengkak ini…., tapi informasi itu hanya kita jadikan sebagai acuan saja jika ingin mencari rentalan mobil. Okelah berlanjut ke masalah selanjutnya, yaitu mengenai penginapan. Untuk masalah yang satu ini tidaklah terlalu sulit, karena sudah pasti pada saat reunian anak – anak yang laki laki akan diinapkan di kosnya pulung, secara di tempat itu udah memenuhi standar penginapan yang ditetapkan oleh Pemda DIY. Untuk putrinya lain lagi, yang ini masalahnya rada ribet, hal ini dikarenakan jumlah putri IPA 1 yang ada di jogja tidak terlalu banyak dan kamarnya tidak terlalu besar, beda ma kosan si Pulung. Untuk itu sebagai rencana awalnya bagi yang putri akan diinapkan dikosan sodari Nisa dan sodari Jane’. Ada juga tajuk rencana untuk menginapkan anak – anak yang putri di tempat sodari Nanet, tetapi hal ini juga harus ada persetujuan dari orang yang bersangkutan. Untuk itu kita butuh kepastian dari sodari Nanetnya sendiri, apakah dia bisa ikut reunian atau tidak ?, untuk sementara masalah penginapan sudah dianggap kelar, karena tinggal menunggu konfirmasi dari sodari Nanet saja. Oya, sebenarnya ada satu lagi tempat yang dapat digunakan sebagai lokasi penginapan cadangan jika Nanet tidak bisa menghadiri reuni IPA 1 ini, lokasi itu ada di rumahnya sodari Astri. Namun masalahnya kita anak –anak Jogja dah lost contact dengan si Astri, jadinya kita musti harus menuggu konfirmasi dari Nanetnya sendiri. Dan berlanjut ke masalah yang berikutnya, yaitu masalah ransum. Untuk masalah ini sodari Nisa punya usulan, yaitu bagaimana jika anak –anak nya pada saat pergi ke tempat wisata udah dibekali dengan nasi bungkus untuk dimakan pada saat diperjalanan. Usul brilian itu langsung aja di accept oleh kami pada saat itu, dan juga sebelum pergi ke tempat wisata disarankan agar nantinya anak – anak sudah mengisi perutnya dengan makanan seadanya. Kelar urusan akomodasi, maka kita beranjak ke masalah jadwal perjalanan, yang satu ini penting untuk mengetahui berapa hari kita harus menyewa mobil, berapa kali kita harus menyiapkan bekal dan berapa duit yang harus dikeluarkan. Setelah dijadwal maka munculah draft secara garis besar sebagai berikut :
Sewa Mobil         = 2 hari
Ransum         = 2 hari
Biaya Transjogja    = 1 hari
Itulah rencana jadwal reuni pada rapat pertama ini, berikutnya mengenai masalah dana. Sebenarnya inilah masalah yang paling penting, karena walaupun rencana sudah disusun sedemikian rupa maka akan sia –sia jika tidak ada duitnya, sodari Jane pada saat itu langsung menghitung secara estimasi mengenai berapa biaya yang harus dikeluarkan tiap anak nya dengan asumsi yang hadir sebanyak 21 orang…….Bla-bla + bla – bla = blablablabla lalu dibagi dengan 21 orang dan menghasilkan angka yang cukup fantastis yaitu sekitar Rp 250.000,00…. Angka yang cukup tinggi pada saat itu, tapi maw bagaimana lagi hanya dana segitulah yang harus dikeluarkan untuk menutup biaya operasional selama reuni…Pertanyaanya : “ Anak – anak pada mau g ya ?”………
Jadi itulah rangkaian kegiatan yang kita lakukan selama rapat di Coffee Break Café, setelah semua kelar kita yang rapat pada saat itu beranjak pulang ke kosan masing – masing dan ternyata…. Hujan yang lumayan deras mengguyur Jogja pada saat itu, jadinya kepulangan kita menuju kosan musti kena delay selama beberapa menit sambil menunggu hujan nya reda. Gw sendiri baru pergi meninggalkan Coffee Break sekitar pukul 22.00 WIS dan tidak langsung pulang, melainkan mampir dulu ke Square ( Warnet idola gw sebelum ada IM2 )……

2 January 2009,
Waktu     : 16.00
Lokasi     : Warnet Square

Setelah pada log yang sebelumnya, kita membahas soal rapat anak – anak Jogja dalam menghadapi invasi dari anak IPA 1 yang berasal dari kota lain. Maka kali ini kita akan membahas mengenai conference yang kedua, guna mengemukakan hasil rapat yang kita peroleh kepada anak – anak yang berasal dari kota – kota lainnya. Gw sendiri dapat pemberitaan bahwa akan adanya conference tersebut dari saudara Try Mardiantony, dia mengatakan melalui pesan singkat bahwa akan ada conference lagi pada pukul 16.00, Ok…. Gw langsung meluncur ke warnet kesayangan Gw, yaitu Square. Untuk kali ini ku tidak menggunakan jasa warnet babah akong ( Trisno. Red), kagak enak lah ngerecokin dia trus menerus. Bisa bangkrut dia, klo internet nya gw kangkangin terus menerus….hahaha. Perlu diketahui, bahwa pada saat itu di Jogja sedang dalam keadaan cuaca yang tidak begitu bersahabat, untuk itu gw kudu cepet sampai di Square supaya g kena air hujan. Sesampainya di Square, gw langsung ambil nomor bilik warnet nya, klo g salah waktu itu gw ambil nomor 14 ato 15 gitu, pokonya yang berada di sisi tepi jendela. Kemudian, gw langsung buka jendela YM gw, dan langsung masukin tuh ID beserta password nya. ON – Line dah, klo g salah bgitu buka YM uda ada yang invite buat conference aj. Yang invite kali ini keknya sodara Tony, dia joinan ma sodari Nanet. Begitu join, ya seperti biasa lah ada speech – speech yang kagak jelas gitu…. Seperti udah solat kah sebelum YM, atau masalah ejek – mengejek. Setelah lama berceplas – ceplos, kita mulai masuk ke topic awal tentang diadakannya reuni ini. Kita yang anak – anak jogja langsung dicecar berbagai macam pertanyaan dari anak – anak yang berasal dari kota lain. Untuk itu Ardhi sebagai ketua menjelaskan dengan panjang lebar dan sejelas – jelasnya mengenai rencana reuni yang telah kami susun pada hari sebelumnya. Pada umumnya mereka yang berasal dari kota – kota lain sih pada setuju – setuju aja. Kecuali soal satu yaitu masalah dana untuk reunian, mereka berkata bahwa dana sebesar Rp 250.000, 00 itu terlalu besar dan sangat berat. Ya harap maklumlah, mereka kan secara datang dari luar kota maka musti ada dana tambahan lagi buat transportasi menuju jogja nya. Ya kita yang dari Jogja tidak bisa berbuat apa – apa lagi, selaen berkata bahwa agar dana menjadi lebih murah maka sebaikya yang ikutan reuni lebih banyak lagi dari estimasi sebelumnya. Tapi yang terjadi kemudian adalah sebaliknya, ternyata anak IPA 1 yang mau ikutan reunian malahan semakin berkurang. Banyak anak – anak yang berhalangan hadir ke reunian tersebut. Sodari Nanet sendiri, yang rumahnya maw dijadikan basis bagi anak – anak cewe’ malah kemungkinan juga tidak bisa datang. Ia berhalangan hadir karena maw ada acara PSM ( Paduan Suara Mahasiswa…. Klo g salah ya artinya, hahaha ). Waduh klo caranya begini bisa – bisa dananya makin membengkak, maka susunan tanggal menjadi tarik – ulur lagi… ditengah usaha untuk berpikir, tiba – tiba ada aj suara sumbang yang memberikan usul sekenanya saja,
Pulung : Udah g jadi aj reunian nya….
Si Pulung yang tidak pernah aktif dalam conference, tiba – tiba saja angkat bicara… dan berkata seperti itu, setelah memberikan quote nya si Pulung ngilang lagi dan kembali ke alam nya…… Alam perdonlotan.
Masalah yang dihadapi menjadi berantai, hal ini dikarenakan berbenturan dengan masalah tanggal maka kemudian berlanjut ke masalah penginapan dan terakhir ke masalah transportasi….. seperti efek domino saja ya. Untuk masalah transportnya, anak – anak mintanya yang murah saja dan bisa muat banyak…. Gw sendiri klo begitu caranya, maka gua usulkan klo perginya pake truk sapi saja biar murah dan bisa muat banyak, anak – anak kagak ada yang setuju…..ya iyalah secara kan mereka masih punya akal sehat dan rasional. Untuk mengenai masalah penginapan, ada usul dari sodari Yoan Primadisya. Si Yoan ini mengusulkan andaikan si Nanet berhalangan hadir maka langkah selanjutnya adalah gimana klo menyewa kamar hotel saja, ya sewa 2 kamar gitu. Ide untuk menyewa kamar itu merupakan ide alternative yang dapat dibilang ide yang jenius. Tapi dengan syarat, hotel nya yang penting layak huni lah. SiTemin yang juga jarang aktif menyarankan agar kita semua nginep di hotel Pasar Kembang saja, kan murah tu serta tarifnya per – jam lagi ( dasar otaknya udah berpikir sekitar selangkangan aj….), setelah dicari lebih dalam lagi, ternyata Ardhi mengusulkan hotel yang mayan bagus namun g mahal – mahal amat. Hotel itu bernama hotel Ishiro. Okelah, klo begitu untuk masalah penginapan udah kagak menjadi masalah lagi karena udah ada plan B. Plan B ini baru akan dijalankan andai si Nanet benar – benar g bisa ikutan reuni. Jika kita jadi menggunakan hotel untuk tempat menginap, maka biaya yang musti dikeluarin menjadi lebih besar lagi. Ini sangat memusingkan para panitia Jogja pada saat itu, bagaimana tidak masalah reuni aja blm kelar, kita sudah harus menghadapi Ujian Akhir Semester yang akan dimulai pada tanggal 05 Januari 2009. Karena itu keberangkatan Nanet ke Jogja nantinya tidak terlepas dari hasil negosiasi antara Nanet dan Tony.Jika Nanet berhasil berangkat ke Jogja, hal ini berarti masa depan reuni menjadi jelas. Namun bila sebaliknya gagal, maka reuni yang akan diadakan menjadi semakin suram aj nasibnya. Sesuram kota jogja pada saat itu yang sedang diguyur hujan rintik – rintik. Tak terasa, conference pada hari Jum’at itu telah berlangsung selama 2 jam lebih. Itu tandanya di jogja telah menunjukkan pukul 18.00 dan itu berarti bahwa adzan maghrib sebentar lagi berkumandang……….. 1….2…..3…. “Allahu Akbar”…dan adzan yang ditunggu itu datang juga akhirnya. Bukannya gw sign – out, tapi malahan buka FB akhirnya gw sendiri baru kelar ngenet di Square pada waktu 18.30, hahahaha……
Akhirnya, kesimpulan yang didapat pada hari itu adalah reuni masih ngambang apakah akan tetap diadakan atau malah dibatalkan… itu tergantung dengan perubahan situasi di masa mendatang ( 1 atau 5 hari kedepan ). Setelah hari ini, bagi anak – anak UGM adalah masa rehat sejenak dan melupakan masalah reunian untuk selanjutnya bersiap menghadapi Ujian Akhir Semester Ganjil 2008 – 2009…….. Cayo !!!!!!!

2 thoughts on “Di balik Layar Reuni IPA 1 ( Yogyakarta, 22 – 24 January 2009) Part 1 – Interlude

  1. Be, Kau ada salah tulis tuh
    ia secara tak sengaja rajin melakukan kontak terhadap anak2 lain yang berada di kota – kota lain, seperti Teddy Pandu ( Bandunk ), Try Mardiantony ( Yogya )
    Harusnya Tony Surabaya.

    Hmmm, ternyata reuni Kita emang perlu perjuangan panjang ya:D Salut untuk anak jogja!! Ntar klo reuni nya di Bandung, kyknya anak Jogja aja ya yang jadi panitia lagi:D

  2. Hahaha, makasih lo Ndu, atas koreksi mu thd tulisan q…..nulisnya ambil mabok tuh, mangkna salah ketik begitu.

    Tak sia – sia perjuangan kita selama kurang dari sebulan, salut juga buat anak – anak dari luar jogja yang telah maw pada datang ke Reunian 22 – 24 kmaren. Coz bakalan sia – sia aja klo uda disusun matang tapi kagak ada yang datang,….Hidup IPA 1 ( 2006 ) !!!

    Klo reunian nya di bandunk, dan EO nya anak Jogja bakalan jadi gmn ya? Bakalan seru tuh pastinya, hwahahahahahahahahahahahahahahahahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s